Feminisme
Episode 1 : Feminisme
“Feminisme bukan gerakan yang berusaha untuk menggulingkan pria,
namun sebuah gerakan untuk menyetarakan hak-hak wanita yang sempat tertindas”
Hai! Kembali lagi bersama sang puan, di episode pertama ini kita
akan bahas perihal feminisme.
Feminisme
merupakan sebuah gerakan yang menuntut persamaan hak antara perempuan dan
laki-laki, dan lebih dikenal dengan kesetaraan gender. Hal ini didasari oleh
adanya ketimpangan relasi antara perempuan dan laki-laki dalam tatanan
masyarakat yang mendorong munculnya kesadaran dan upaya untuk menghilangkan
ketidakseimbangan tersebut. Selain karena ketimpangan relasi tadi, feminisme
juga didasari oleh masih banyaknya kasus kekerasan seksual baik verbal, non
verbal ataupun fisik bahkan sampai kepembunuhan terhadap perempuan. Sebenarnya
feminisme ini tidak hanya untuk perempuan saja, laki-lakipun dibolehkan untuk
melakukan gerakan ini.
Mary
Wollstonecraft (Hidayati, 2018) yang merupakan perintis gerakan feminisme di Inggris, menyebutkan
jika kaum perempuan terutama dari kalangan menengah merupakan kelas yang
tertindas dan harus bangkit dari belenggu rumah tangga. Hal ini dikarenakan
pada masyarakat patriarki perempuan dibatasi kehidupannya di lingkungan rumah,
sedangkan laki-laki tidak dibatasi. Sehingga membuat perempuan terikat dan
tidak bisa menentukan hak, kewajiban dan tanggung jawabnya sendiri. Pada era
milenial ini, apa yang menyebabkan feminisme berkembang pesat?
1.
Perempuan tidak mau dianggap sebagai manusia kelas dua
Pada hakikatnya perempuan itu anugerah dari Tuhan. Namun
kenyataannya perempuan cenderung dilabeli manusia lemah, selalu dibawah
laki-laki, dependen, emosional dan tidak layak untuk menduduki jabatan. Hal ini
membuat perempuan sulit untuk mengembangkan potensi dirinya.
2.
Perempuan tak ingin dilecehkan
Saat ini masyarakat menganggap jika laki-laki lebih superior dari
wanita dalam segala hal, karena cara pikir seperti itu makin banyak perempuan
yang dilecehkan. Posisi perempuan yangdianggap lemah dan rendah dibanding
laki-laki memicu terjadinya pemerkosaan dan pelecehan.
3.
Perempuan peduli dengan perempuan lainnya
Salah satu sifat perempuan ialah emosional yang membuat perempuan
lebih mudah berempati pada orang lain. Didasari hal tersebut, perempuan merasa
perlu untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang selama ini dibatasi.
Hak antara
perempuan dan laki-laki ialah setara. Perempuan juga berhak untuk berkarya di
segala bidang, mereka berhak untuk bekerja dan mencari uang, mereka berhak
memimpin, berhak untuk mendapatkan pendidikan tinggi, dan sebagainya. Pembeda
antara perempuan dan laki-laki hanya kemampuan perempuan untuk melahirkan dan
menyusui. Selebihnya sama.
Referensi :
Hidayati, Nuril. 2018. Teori Feminisme: Sejarah, Perkembangan dan Relevansinya dengan Kajian Keislaman Kontemporer. Jurnal Harkat: Media Komunikasi Gender. 14(1).
Spotify : Sang Puan Bercerita
Anchor : Sang Puan Bercerita
Instagram : @sangpuanbercerita_

Komentar
Posting Komentar